Event Documentation

Music Video

2D Animation

Video Profile

Event Documentation

Music Video

2D Animation

Video Profile

Event Documentation

Music Video

2D Animation

Video Profile

Event Documentation

Music Video

2D Animation

Video Profile

Tag

200 Tag Lainnya
Cheat Sheet Fotografi: Panduan Setting Kamera Manual di Berbagai Kondisi

Cheat Sheet Fotografi: Panduan Setting Kamera Manual di Berbagai Kondisi

Memotret dengan mode 'Auto' memang praktis, tapi mode ini sering kali salah membaca situasi. Kamera tidak tahu apakah kamu sedang memotret mobil balap yang bergerak cepat atau sedang memotret pemandangan malam yang butuh ketenangan.

Menguasai mode Manual (M) adalah langkah pertama untuk benar-benar mengendalikan karyamu. Berikut adalah panduan (cheat sheet) pengaturan Segitiga Eksposur (Shutter Speed, Aperture, ISO) untuk tiga skenario yang paling sering ditemui:

1. Skenario: Outdoor Siang Terik (Matahari Langsung) Tantangan utama di sini adalah cahaya yang berlebihan (overexposure). Kamu harus membatasi cahaya yang masuk ke sensor.

  1. ISO: Turunkan ke angka terendah (biasanya ISO 100).
  2. Shutter Speed: Gunakan kecepatan tinggi, antara 1/1000s hingga 1/4000s untuk membekukan objek sekaligus mengurangi masuknya cahaya.
  3. Aperture: Jika ingin semua area tajam (foto landscape), gunakan f/8 atau f/11. Jika tetap ingin efek latar belakang blur (bokeh) dengan bukaan f/1.8 di siang bolong, kamu wajib memasang alat tambahan bernama ND Filter di depan lensa agar gambar tidak putih silau.

2. Skenario: Indoor / Dalam Ruangan (Kafe atau Kantor) Cahaya dalam ruangan biasanya campuran antara lampu ruangan dan sedikit cahaya matahari dari jendela.

  1. Aperture: Gunakan bukaan besar (f/1.8, f/2.8, atau f/4) agar cahaya yang masuk lebih banyak dan latar belakang yang berantakan bisa sedikit di-blur.
  2. Shutter Speed: Pertahankan di batas aman agar gambar tidak goyang karena tanganmu (camera shake). Aturan amannya: kecepatan minimal adalah 1/(panjang lensa). Jika pakai lensa 50mm, gunakan minimal 1/100s.
  3. ISO: Naikkan secukupnya antara ISO 400 hingga ISO 800.
  4. Catatan: Perhatikan White Balance (WB). Lampu kafe biasanya berwarna kuning (warm), jadi pastikan warna kulit manusia di kameramu tidak ikut berubah menjadi oranye.

3. Skenario: Malam Hari / Low Light (Tanpa Flash) Tantangan terbesar fotografer adalah memotret di malam hari dengan cahaya seadanya agar suasananya tetap terlihat natural.

  1. Aperture: Buka selebar mungkin (angka f terkecil di lensamu, misal f/1.4 atau f/1.8).
  2. ISO: Jangan takut menaikkan ISO hingga 1600, 3200, atau bahkan 6400 (tergantung kemampuan kameramu menangani noise/bintik).
  3. Shutter Speed: Turunkan hingga 1/60s atau 1/50s. Jika kamu memotret benda mati (gedung) dan menggunakan tripod, kamu bisa menggunakan shutter speed sangat lambat (misal 2 detik) dan menurunkan ISO kembali ke 100 agar gambar sangat jernih.



Komentar (1)

G
Gamaliel Ertha
4 bulan yang lalu
InformatiF!

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui.